kelebihan:
Dengan internet, semua yang terjadi di belahan dunia dapat dilihat dan
diketahui saat itu juga. Semua jenis ilmu pengetahuan dan wawasan
menjadi terbuka buat siapa saja. Bahkan, berkomunikasi dengan siapa saja
di seluruh pelosok, bukanlah hal yang mustahil.
Perkembangan e-learning (belajar sistem elektronik) dengan virtual
school (sekolah virtual), membuat model pendidikan menjadi lebih
dinamis, dibanding duduk diam mendengar para pendidik menjelaskan poin
demi poin yang ada dalam diktat atau buku cetak. Forum interaktif
sebagai sarana percakapan dan berdiskusi dengan orang lain di tempat
yang berbeda menjadi salah satu alternatif yang menyenangkan. Membaca
buku, artikel dan makalah secara online sambil menikmati musik favorit
merepresentasikan cara belajar quantum, seperti yang dipopulerkan oleh
bobby de potter.
keburukan:
Namun tidak berbeda dengan semua hal yang diciptakan di dunia ini
secara berpasangan, sisi baik dari perkembangan teknologi internet juga
dibarengi dengan sisi buruk. Yang paling nyata dan merusak adalah
item-item asusila yang tak bermoral dari beragam tinjauan dengan mudah
dapat di akses di jaringan internet. Sementara pengguna terbanyak dari
fasilitas ini adalah remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan dan
pencarian identitas diri.
Maka bukan menjadi hal yang aneh, jika dalam masyarakat ditemukan
banyak kasus kerusakan moral dan tindak pidana kejam lainnya yang
dilakoni oleh para remaja. Beberapa bahkan melakukan tindak kekerasan
pada rekan sebayanya dengan inspirasi yang didapatkan dari game online
yang menceritakan tentang vandalisme. Dengan pengaruh pornografi dan
pornoaksi, produktifitas belajar para pengguna internet menjadi menurun.
Malas, dan hanya mengembarakan hayalan memikirkan hal-hal yang tidak
bermanfaat. Tingkat kriminalitas juga menjadi naik, dan membuat
keinginan untuk meningkatkan prestasi menjadi mandeg.
Hal lainnya adalah ‘kecanduan’ yang susah diatasi. Chat online di dunia
maya selalu ‘mematikan’ waktu tanpa terasa. Jika temanya mendiskusikan
tentang pelajaran dan perkembangan inovasi terbaru, atau saling tukar
informasi dalam beragam hal mungkin bukan masalah. Namun dalam beberapa
survey acak yang dilakukan, kebanyakan netter yang memanfaatkan sarana
chat menggunakannya untuk sekedar bergosip ria bahkan menjurus ke
pornografi seperti yang sudah disebutkan di atas.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar